www.AlvinAdam.com

Berita 24 Sumatera Barat

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Menteri ATR Klaim 4,2 Juta Sertifikat Terdistribusi

Posted by On 15.19

Menteri ATR Klaim 4,2 Juta Sertifikat Terdistribusi

Home » Peristiwa » Nasional

Menteri ATR Klaim 4,2 Juta Sertifikat Terdistribusi

print this page Sabtu, 23/12/2017 | 18:06

Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil. FOTO: Istimewa

Top nasional

Guntur Siregar Polisikan Dua Fungsionaris Projo Ada Kecurangan? DPR Kritisi Pengawasan UKMPPD Soal Ketua DPR, Golkar: Nama Bamsoet Sudah di Meja Presiden Penolakan Ustaz Somad Bagian dari Islamophobia Hongkong Jazuli Juwain i Sebut Peran Ibu Penentu Baik Buruknya Sebuah Bangsa

Populer

  1. Khofifah Dinilai Untungkan Demokrat di Pilgub Jatim, Kok Bisa?
  2. Gerindra-PKS-PAN Bentuk Koalisi di Pilgub Jabar, Jateng dan Jatim
  3. Ada Kecurangan? DPR Kritisi Pengawasan UKMPPD
  4. Soal Ketua DPR, Golkar: Nama Bamsoet Sudah di Meja Presiden
  5. Penolakan Ustaz Somad Bagian dari Islamophobia Hongkong
  6. Gerindra Usung Moreno di Pilgub Jatim, Ini Kata Gus Ipul
  7. Indonesia Harus Contoh Rusia soal LGBT, Setuju?

RILIS.ID, Padangâ€" Kementerian Agraria dan Tata Ruang telah menerbit sekitar 4,2 juta dari lima juta sertifikat yang ditargetkan pemerintah pada tahun 2017. Sertifikat tersebut telah diserahkan kepada masyarakat.

"Sertifikat yang sudah diterbitkan itu telah diberikan kepada rakyat Indonesia," kata Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, di Padang, Sabtu (23/12/2017).

Baca Juga:
  • Jokowi Ancam Ganti Menteri Sofyan Djalil?
  • Jokowi: Sertifikat Boleh buat Agunan ke Bank, tapi...

Lebih jauh dia menuturkan, sebenarnya pemerintah sudah melakukan pemetaan tanah bahkan diatas target yang dicanangkan. Sekitar 5,2 juta sudah dipetakan oleh pihak Badan Pertanahan.

Sayangnya, beberapa tanah yang telah dipetakan tidak bisa diberi sertifikat. Alasannya tanah tersebut masih terkendala banyak masalah seperti status tanah dalam sengketa sehingga tidak bisa disertifikasi oleh pemerintah.

Ia mencontohkan salah satu daerah yang sering bersengketa yakni Provinsi Sumatera Barat karena disebabkan kepemilikan tanah adat atau ulayat. Sementara payung hukumnya belum jelas.

"Ini yang sulit diselesaikan karena payung hukumnya belum ada," imbuh Sofyan.

Selain Sumatera Barat, kata Sofyan, daerah lainnya yang memiliki permasalahan yang sama juga terjadi di beberapa daerah lain seperti Nusa Tenggara Timur dan Bali.

Namun, di Bali pihaknya bisa menyelesaikan permasalahan tersebut dengan memberikan sertifikat kepada desa. Kemudian, desa tersebut yang memutuskan kepada siapa sertifikat itu diberikan.

Selain itu, Sofyan juga menyebutkan pada 2018 Presiden Joko Widodo sudah memberikan target penerbitan sertifikat tanah sebanyak tujuh juta. "Dengan keterlibatan semua pihak terkait, kami yakin target tersebut tercapai," ujar optimis.

"Dengan adanya sertifikat masyarakat tidak hanya memiliki kepastian hukum atas tanahnya namun juga dapat memanfaatkannya sebagai akses untuk mendapatkan modal dari l embaga keuangan," tandasnya.

Penulis Armidis Fahmi
Sumber ANTARA

Tags:

Kementerian ATRSofyan DjalilSertifikat Tanah

Sumber: Google News | Berita 24 Sumbar

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »