www.AlvinAdam.com

Berita 24 Sumatera Barat

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Baznas Support Pemberdayaan Mustahik di Sumatera Barat

Posted by On 11.06

Baznas Support Pemberdayaan Mustahik di Sumatera Barat

Anggota Baznas, Drs. H. Irsyadul Halim menyerahkan bantuan mobil dakwah kepada Yayasan Birrul Walidain, Nagari Pakansinayan, Kecamatan Banuhampu, Kota Bukittinggi, Sumbar,

KANALINDONESIA.COM, JAKARTA: Tim Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) pekan lalu melakukan roadshow dalam menebar program pemberdayaan ekonomi dan pesantren di Sumatera Barat.

Tim ini membidangi dakwah, ekonomi dan program pengembangan masyarakat Zakat Community Development (ZCD).

“Ini dalam rangka memberdayakan mustahik yang masuk asnaf fakir dan miskin di empat lokasi di Sumatera Barat yakni Kabupaten Padang Pariaman, Tanah Datar, Agam dan Kota Bukittinggi,” ujar Anggota Baznas, Drs. H. Irsyadul Halim dalam pernyataan pers diterima Kanalindonesia.com dari Yayasan Birrul Walid ain, Nagari Pakansinayan, Kecamatan Banuhampu, Kota Bukittinggi, Sumbar, Minggu (25/2/2018).

Ia menjelaskan, ada sejumlah program yang dipersembahkan Baznas untuk Provinsi Sumatera Barat. Pertama, bantuan mobil dakwah dan pelatihan kaligrafi digital untuk Yayasan Birrul Walidain, Nagari Pakansinayan, Kecamatan Banuhampu, Kota Bukittinggi.

Kedua, menggelar Rapid Rural Apraisal (RRA) atau semacam workshop pendalaman permohonan bantuan untuk pedagang korban kebakaran Pasar Atas Bukittinggi yang sebelumnya mengajukan tambahan bantuan ke pusat dan sudah disurvei sebelumnya.

“Semua kegiatan ini berkoordinasi dengan BAZNAS daerah. Seperti di Bukittinggi, ada bantuan dari BAZNAS daerah sebesar Rp 850 juta untuk mustahik,” ujar Irsyad yang juga pernah menjabat Ketua Majelis Wakaf dan Kehartabendaan PP Muhammadiyah.

Irsyad menjelaskan, bantuan mobil dakwah dimanfaatkan untuk kegiatan dakwah di lingkungan Nagari Pakansinayan. “Mobil ini nantinya digunakan untu k mengangkut santri dari rumah mereka yang berlokasi di perbukitan ke pesantren. Para santri ini adalah mustahik fakir dan miskin,” katanya.

Para santri dari kaum dhuafa itu adalah warga yang tinggal di kaki Gunung Singgalang. Untuk mencapai pesantren untuk sekolah dan mengaji, selama ini mereka menggunakan angkutan umum dengan beberapa kali transit. “Bahkan ada santri yang terpaksa berjalan kaki karena tak punya ongkos,” ujar Irsyad.

Ia menambahkan, Bagian ZCD Baznas juga melakukan survei untuk menyalurkan bantuan program pengembangan masyarakat. Ini adalah zakat produktif untuk mendorong usaha masyarakat agar kelak bisa mengubah nasibnya dari mustahik menjadi muzaki.

Baznas sendiri sudah banyak menyalurkan bantuan untuk masyarakat Sumatera Barat, seperti bantuan tunai langsung, bantuan modal usaha untuk korban kebakaran Pasar Atas dan Pasar Terminal Aur Kuning, pengembangan ZCD di Kabupaten Dharmasraya, Tanahdatar, Limapuluh Kota, dan sebagainya.

“Semua tentu berkoordinasi dengan Baznas Provinsi Sumbar dan Baznas kabupaten/kota terkait sesuai tugas Baznas Pusat menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, yakni menjadi koordinator zakat nasional,” jelas Irsyad.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Birrul Walidain, Dr. Misbach Malim, Lc., M.Sc, menyebutkan, lembaganya memiliki ratusan santri dari TK sampai SMU dan perguruan tinggi.

“Terima kasih kepada Baznas yang telah memberikan bantuan mobil dakwah. Juga bimbingan dan peningkatan kualitas ilmu melalui pelatihan kaligrafi dakwah digital,” ujar dia. @Rudi

Sumber: Google News | Berita 24 Sumbar

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »