www.AlvinAdam.com

Berita 24 Sumatera Barat

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Siapa yang Tak Kenal Ikan Asin Lhok Seudu...

Posted by On 18.03

Siapa yang Tak Kenal Ikan Asin Lhok Seudu...

Hasan, Isteri dan sejumlah pekerja, Warga Desa Layeun, Kecamatan Lhokseudu, Kabupaten Aceh Besar sedang mengolah ikan segar menjadi ikan asin, Minggu (25/03/18).  ikan segar yang diolah menjadi ikan asin itu dibeli langsung dari hasil tangkapan nelayan Lehok Seudu, kemudian dicuci, diberikan garam, dan dijemur selama dua hari hingga kering. Ikan asin ini nantinya akan dipasarkan ke Medan Sumatera Umtara dan Padang Sumatera Barat dengan harga Rp. 30 hingga Rp 40 ribu perkilogramnya.KOMPAS.COM/Raja Umar Hasan, Isteri dan sejumlah pekerja, Warga Desa Layeun, Kecamatan Lhokseudu, Kabupaten Aceh Besar sedang mengolah ikan segar menjadi ikan asin, Minggu (25/03/18). ikan segar yang diolah menjadi ikan asin itu dibeli langsung dari hasil tangkapan nelayan Lehok Seudu, kemudian dicuci, diberikan garam, dan dijemur s elama dua hari hingga kering. Ikan asin ini nantinya akan dipasarkan ke Medan Sumatera Umtara dan Padang Sumatera Barat dengan harga Rp. 30 hingga Rp 40 ribu perkilogramnya.

ACEH BESAR, KOMPAS.com - Ikan asin Lhok Seudu di Kecamatan Leupung, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, sudah dikenal sejak dulu memiliki kualitas terbaik di Aceh.

Pasalnya, pengolahannya dilakukan langsung dari ikan segar hasil tangkapan nelayan tradisonal setiap pagi harinya tanpa menggunakan pengawet atau formalin.

“Ikan asin dan teri Lhok Seudu semua orang tahu kualitasnya bagus karena ikannya masih segar yang dibawa nelayan langsung kami olah. Belum kena es apalagi formalin karena nelayan pergi sore, pulangnya pagi” kata M Hasan Is, salah satu pengusaha pengolahan ikan asin kepada Kompas.com, Minggu (25/3/2018 ).

Hasan yang melanjutkan usaha pengolahan ikan asin dari orangtuanya secara turun temurun itu setiap pagi menampung ikan segar hasil tangkapan nelayan tradisional rata-rata mulai 50 hingga 100 keranjang untuk diolah menjadi ikan asin.

“Kalau lagi banyak hasil tangkapan nelayan sampai 100 keranjang saya beli, harganya mulai dari Rp 160.000 sampai dengan Rp 200.000 per keranjangnya,” katanya.

(Baca juga: Cerita Menegangkan di Balik "Sneaker" Asli Bandung yang Dibeli Jokowi)

Ikan asin dan teri hasil pengolahan Hasan dipasarkan ke Medan, Padang, dan sejumlah daerah di Aceh. Setiap minggu, hasil pengolahannya mencapai 1 hingga 2 ton dengan omset penjulan rata-rata Rp 5 juta setiap minggu.

“Setelah kami olah selama dua hari, ikan asin kami kirim ke Medan dan Padang untuk dipasarkan,” tuturnya.

Sementara itu, Anwar, warga Lhok Seudu, sejak dulu umumnya menggantungkan mata pencaharian di laut. Setidaknya, ada 15 w arga lainnya yang juga memiliki usaha pengolahan ikan asin dan teri. Pengolahan ikan asin dilakukan dengan cara dibersihkan, direbus dengan air garam, kemudian dijemur selama dua hari hingga kering.

“Ada 15 orang memiliki usaha pengolahan ikan asin di sini. Jadi kalau hasil tangkapan nelayan lagi banyak, pantai ini penuh dengan jemuran ikan dan ikan asin ada yang langsung direbus, ada yang langsung dijemur, tergantung permintaan pasar,“ ungkap Anwar.

(Baca juga: Cerita Mengharukan di Balik Surat Bocah Bulan yang Minta Kursi Roda ke Jokowi)

Menurut dia, di wilayah Pantai Lhok Seudu, ada 20 unit palung atau perahu yang dimodifikasi untuk mencari hasil tangkapan dengan alat tradisional dan ramah lingkungan.

“ Nelayan di sini umumnya hasil tangkapannya ikan kecil dan teri untuk diolah menjadi ikan asin. Nelayan pergi melaut setiap sore mulai pukul 17.00 WIB dan besok pagi, pukul 07.00 WIB sudah kembali. Jadi ikannya masih segar,” kata nya.

Saat hasil tangkapan stabil, lanjut Anwar, hasil tangkapan satu palung nelayan mencapai 100 keranjang teri setiap paginya. Namun, saat kondisi bulan purnama nelayan di Lhok Seudu seluruhnya memilih untuk tidak melaut selama beberapa hari hingga menunggu cuaca kembali normal.

“Kalau lagi purnama, nelayan di sini istirahat total karena di saat bulan terang, tidak ada ikan sama sekali, makanya tidak melaut, tapi saat cuacanya bagus, hasilnya Alhamdulillah banyak sampai 100 kerang satu palung dapat,” ungkap dia.

Selama tidak melaut, karena memasuki bulan purnama, para nelayan mengisi waktu liburnya dengan memperbaiki palung, jaring dan berbagai alat tangkapan lainnya di Pantai Lhok Seudu, bahkan mereka saling membantu secara bergotong-royong saat melepaskan perahu dari palung masing-masing armada.

“Paling saat bulan terang, nelayan tidak melaut selama lima hari. Kemudian saat bulan gelap, mereka kembali melaut. Rata-rata dalam setahun nelayan efekt if 6 bulan karena saat angin barat, nelayan juga tidak dapat melaut,” ujarnya.

Kompas TV Kepastian mendapat penghasilan juga jadi ancaman bagi generasi muda di Tanjung Binga. Anak muda putus sekolah dan memilih melaut.

Berita Terkait

Cerita Menegangkan di Balik "Sneaker" Asli Bandung yang Dibeli Jokowi

Cerita Mengharukan di Balik Surat Bocah Bulan yang Minta Kursi Roda ke Jokowi

Terkini Lainnya

Ombudsman: Penyelenggara Pelayanan Publik di Sumut Kacau

Ombudsman: Penyelenggara Pelayanan Publik di Sumut Kacau

Regional 27/03/2018, 07:52 WIB Berita Populer: Saudi Halau Rudal Pemberontak, hingga Pengusiran Diplomat Rusia

Berita Populer: Saudi Halau Rudal Pemberontak, hingga Pengusiran Diplomat Rusia

Internasional 27/03/2018, 07:43 WIB Megawati Tugasi Djarot Selesaikan Sengketa Tanah di Sumut

Megawati Tugasi Djarot Selesaikan Sengketa Tanah di Sumut

Regional 27/03/2018, 07:39 WIB Seorang Wanita Ditemukan Tewas Bers   imbah Darah di Kamar Kos

Seorang Wanita Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Kamar Kos

Regional 27/03/2018, 07:29 WIB Akankah Kepercayaan Diri Cak Imin Jadi Kunci Kemenangan Jokowi di Pilpres 2019?

Akankah Kepercayaan Diri Cak Imin Jadi Kunci Kemenangan Jokowi di Pilpres 2019?

Nasional 27/03/2018, 07:25 WIB Berita Populer: Tidak Ada 'Bakpau' di Kepala Setya Novanto

Berita Populer: Tidak Ada "Bakpau" di Kepala Setya Novanto

Nasional 27/03/2018, 07:24 WIB Anies Lakukan Pelanggaran A   dministratif jika Tak Patuhi Ombudsman

Anies Lakukan Pelanggaran Administratif jika Tak Patuhi Ombudsman

Megapolitan 27/03/2018, 07:17 WIB Hasanudin: Saya Siap Perjuangkan Kesejahteraan Buruh

Hasanudin: Saya Siap Perjuangkan Kesejahteraan Buruh

Regional 27/03/2018, 07:04 WIB 10 Kesaksian Dokter dan Perawat soal Rekayasa Medis Setya Novanto

10 Kesaksian Dokter dan Perawat soal Rekayasa Medis Setya Novanto

Nasional 27/03/2018, 07:04 WIB Siapa yang Tak Kenal Ikan Asin Lhok Seudu...

Siapa yang Tak Kenal Ikan Asin Lhok Seudu...

Regional 27/03/2018, 07:00 WIB Para Anak Buah Anies Bungkam soal Penutupan Alexis

Para Anak Buah Anies Bungkam soal Penutupan Alexis

Megapolitan 27/03/2018, 06:59 WIB Begini Bentuk Batu-batu Purbakala Tak Lazim yang Ditemukan di Kediri

Begini Bentuk Batu-batu Purbakala Tak Lazim yang Ditemukan di Kediri

Regional 27/03/2018, 06:56 WIB Greenhouse Marunda yang Diresmikan Jokowi, Hidup Segan Mati Tak Mau

Greenhouse Marunda yang Diresmikan Jokowi, Hidup Segan Mati Tak Mau

Megapolitan 27/03/2018, 06:30 WIB Waspadai Hujan Disertai Petir dan Angin di Jakarta Siang Nanti

Waspadai Hujan Disertai Petir dan Angin di Jakarta Siang Nanti

Megapolitan 27/03/2018, 06:26 WIB Tiga Bulan Pertama, Penyerapan APBD  DKI 2018 Baru 8 Persen

Tiga Bulan Pertama, Penyerapan APBD DKI 2018 Baru 8 Persen

Megapolitan 27/03/2018, 06:08 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 Sumbar

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »