Kirim Berita Sumbar: Klik Disini | Konfirmasi Berita Sumbar: Klik Disini

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diduga Fitnah Gubernur Sumbar, 2 Akun Facebook Dilaporkan ke ...

Posted by On 18.22

Diduga Fitnah Gubernur Sumbar, 2 Akun Facebook Dilaporkan ke ...


Langkan.id, Padang- Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno melaporkan dua pemilik akun Facebook dan satu terdakwa kasus korupsi SPJ fiktif Dinas Prasjaltarkim ke Polda Sumatera Barat Rabu (2/5) dini hari, karena diduga mencemarkan nama baiknya. Dalam laporan polisi nomor: LP/172/IV/2018/SPKT sebaran tanggal 2 Mei 2018, Irwan melaporkan pemilik akun Facebook Bhen Maharajo, yang dikenal sebagai editor salah satu media massa di Kota Padang.Irwan juga melaporkan akun Facebook atas nama Maidestal Hari Mahesa, yang merupakan anggota DPRD Kota Padang. Kedua akun media sosial ini dianggap Irwan telah mencemarkan nama baiknya sebagai Gubernur Sumbar yang dituding menerima kecipratan dana korupsi.Kemudian, Irwan juga melaporkan Yus afni, terdakwa kasus korupsi Surat Pertanggungjawaban (Spj) fiktif senilai Rp 62,5 miliar di Dinas Prasjaltarkim. Yusafni menyebut Irwan menerima aliran dana korupsi sebesar Rp 500 juta di luar proses persidangan."Keluarga, teman-teman dan orang yang saya kenal menuduh saya mencuri. Saya tentu tidak nyaman. Sebagai warga negara, saya menuntut keadilan melalui proses hukum," kata Irwan di depan pintu SPKT Polda Sumbar, Selasa (2/5).Kasus yang dilaporkan mencemarkan nama baik Irwan ini terkait pemberitaan media Haluan tanggal 27 April 2018. Dalam berita itu, Irwan disebut terdakwa Yusafni di luar persidangan soal aliran dana uang haram itu.Terkait hasil karya jurnalistik yang menuding Irwan menerima aliran dana itu, dia mengaku, akan menempuh jalur sesuai UU Pers. “Ini soal individu pencemaran nama baik dulu.""Saya tidak menerima, mau bersumpah apapun. Saya sudah katakan juga, kalau saya tidak kenal dengan Yusafni," kata Gubernur menjawab pertanyaan awak med ia tentang tudingan keterlibatannya.Irwan mengatakan, dalam pemeriksaan BPK RI selama beberapa bulan, namanya tidak pernah disebut. "Pemeriksaan Bareskrim Polri, tidak ada juga nama saya. Pemeriksaan Kejaksaan juga tidak ada nama saya. Kenapa di ujung, di luar persidangan, saya disebut kecipratan," ucapnya. Bhen Maharajo mengatakan menghormati sikap yang ditempuh Gubernur Sumatera Barat. Dia siap untuk mempertanggungjawabkan seluruh tindakannya, termasuk di media sosial.“Mari kita uji kebenarannya di depan hukum,” ujarnya.(Almurfi Syofyan)Sumber: Google News | Berita 24 Sumbar

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »