www.AlvinAdam.com

Berita 24 Sumatera Barat

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

GAW Kototabang, Inovasi BMKG di Belantara Hutan Tropis

Posted by On 06.53

GAW Kototabang, Inovasi BMKG di Belantara Hutan Tropis

GAW Kototabang, Inovasi BMKG di Belantara Hutan Tropis Redaktur: Ali Rahman

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati saat meninjau langsung alat Pemantau Atmosfir Global, Global Atmosopheric Watch (GAW) Kotoabang, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat.

INDOPOS.CO.ID - Di tengah rimbunnya hutan Kototabang, Badan Meteorologi, Kl imatologi dan Geofisika (BMKG) hadir dengan Unit Observasi Global Atmosopheric Watch (GAW) yang merupakan Stasiun Pemantau Atmosfir Global Kototabang di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat. Stasiun GAW merupakan bagian dari sistem monitoring dan riset yang dikoordinasi oleh World Meteorological Organization (WMO) atau Organisasi Meteorologi Dunia. Sejak resmi mulai beroperasi tahun 1996 sebagai salah satu unit kerja di BMKG, Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit Kototabang merupakan salah satu stasiun di zona ekuatorial yang penting dalam program pengamatan atmosfer secara global.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyampaikan, letak stasiun GAW Kotoabang berada di daerah yang strategis yaitu di daerah khatulistiwa menjadikannya memiliki keistimewaan dalam memantau kondisi atmosfer dan kualitas udara. GAW Kototabang mampu memantau pola sebaran polutan dari belahan bumi Utara dan belahan bumi Selatan secara seimbang. Selain itu lokasi stasiun yang berada di antara rimbunny a hutan Sumatera Barat yang masih terjaga eksistensinya, menjadikan GAW Kototabang sebagai salah satu andalan WMO dalam hal pengamatan udara di kawasan ekuatorial," ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Rabu (2/5).

Peran Stasiun GAW Kototabang tak bisa dipungkiri lagi bagi Indonesia dan dunia. GAW Kototabang menjadi penyelamat Indonesia dari tudingan global saat Indonesia dianggap sebagai salah satu emitter karbon terbesar di dunia. “BMKG akan terus berkomitmen dalam mengawasi dan memberikan analisis maupun peringatan dini terkait dengan kualitas udara, khususnya mengenai emitter karbon dalam rangka memenuhi komitmen Indonesia pada dunia,” ucap Dwikorita saat acara peresmian prasasti renovasi gedung Stasiun GAW Kototabang.

Selain acara peresmian prasasti renovasi gedung Stasiun GAW Kototabang, pada hari Selasa tanggal 1 Mei 2018 sekaligus menjadi acara dilaunchingnya aplikasi berbasis Android yang diberi nama GAWku. Aplikasi tersebut berisikan informasi tent ang parameter kualitas udara seperti konsentrasi Ozon (O3), Carbon Monokasida (CO), Particulate Matter 10 (PM10), Sulfur Dioksida (SO2), Natrium Monoksida (NO), Nitrogen Dioksida (NO2) yang dapat diakses setiap saat melalui aplikasi ini secara real time.

“Untuk mengaksesnya masyarakat bisa mengunduh melalui playstore, dengan dilaunchingnya aplikasi GAWku diharapkan dapat membantu masyarakat agar lebih cepat, tepat dan akurat dalam mengakses informasi kualitas udara dilingkungan sekitar,” papar Dwikorita.

Selain itu, Dwikorita juga mengungkapkan BMKG akan terus menindaklanjuti komitmen dalam mengembangkan Pusat Perubahan Iklim di Indonesia “BMKG juga akan terus menindaklanjuti komitmen ini dengan mengembangkan Pusat Perubahan Iklim BMKG sejak tahun 2010 hingga sekarang. Kami juga telah mengoperasikan 2 Stasiun GAW baru di Palu dan Sorong pada tahun 2016. Saat ini BMKG juga telah melakukan berbagai kemitraan dengan beberapa lembaga dan intitusi terkait seperti Ke menterian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) dan beberapa Perguruan Tinggi, untuk menjaga komitmen Indonesia dalam upaya pengurangan emisi karbon," papar Dwikorita.

Dalam menandatangani prasasti renovasi gedung dan pelaunchingan aplikasi GAWku, Kepala BMKG didampingi oleh Deputi Bidang Klimatologi; Herizal dan Kepala Balai Besar MKG Wilayah I Medan; Edison Kurniawan, Koordinator BMKG Provinsi Sumatera Barat; Rahmat Triyono, Kepala Stasiun GAW Kototabang; Hartanto, Kepala Stasiun Meteorologi Minangkabau; Achadi Subarkah Raharjo, Kepala Stasiun Klimatologi Padang Pariaman; Heron Tarigan dan Kepala Stasiun Maritim Teluk Bayur; Syafrizal. Hadir pula pada kesempatan tersebut Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) LAPAN Bukittinggi; Syafrijon. (rmn)


TOPIK BERITA TERKAIT: #bmkg&nbsp
Sumber: Google News | Berita 24 Sumbar

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »