www.AlvinAdam.com

Berita 24 Sumatera Barat

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Lalulintas Ikan Garing di Propinsi Sumatera Barat.

Posted by On 02.52

Lalulintas Ikan Garing di Propinsi Sumatera Barat.

Indonesia mempunyai keanekaragaman jenis ikan yang meliputi sekitar 8.500 jenis dari sekitar 20.000 jenis ikan yang ada di dunia (Ministry of National Development Planning, 1993). Dewasa ini produksi ikan dari hasil budidaya ikan air tawar sebagian besar (75,71 %) disumbangkan oleh komoditas-komoditas ikan introduksi yang sudah lama didomestikasi di Indonesia yaitu ikan mas, nila, lele dumbo dan patin (Pusat Data Statistik dan Informasi, 2008). Perkembangan yang luas budidaya ikan non asli Indonesia (introduksi) yang sudah terdomestikasi baik ini di beberapa daerah menjadi salah satu penyebab mulai jarang bahkan sulitnya beberapa jenis ikan lokal asli Indonesia yang dapat ditemui di perairan umum, seperti ikan tambra/ikan garing (Tor tambroides Bleeker, 1854) di Hulu DAS Barito; ikan belida (Notopterus) dan patin sungai (Pangasius nasutus) serta ikan Jelawat (Leptobarbus hoeveni) di anggap sudah jarang ditemukan (Petrus et al., 2008) Ikan Betutu (Oxyeleotris marmoratus) dan Tebirin (Belodontichthys dinema) (Utomo, 2008).Salah satu alternatif untuk menjaga biodiversitas ikan-ikan lokal asli Indonesia melalui konservasi jenis di tingkat pembudidaya (on farm conservation) adalah dengan cara mendomestikasikan dan membudidayakannya. Pengembangan budidaya berbasis ikan lokal ini dapat dijadikan pula sebagai upaya dalam mengembangkan budidaya ramah lingkungan, menanggulangi kemiskinan dan menyediakan pangan bagi masyarakat lokal (Nugroho E, Sukadi M.F dan Huwoyon G.H, 2012). Ikan Garing (Tor Tambroides) adalah sejenis ikan air tawar yang masuk dalam suku Cyprinidae dan orang Sumatera Barat sering menyebutnya dengan nama “ikan Gariang”. Ikan ini sangat disukai dan digemari oleh masyarakat, namun sulit untuk dibudidayakan karena hid upnya di sungai yang airnya cukup deras dengan suhu relatif 21 â€" 24 derajat Celcius kebiasaan dari ikan ini berkelompok dan beriring atau sering disebut dengan istilah schooling. Ikan garing setelah 1 tahun akan berubah nama menjadi ikan Mera karena warna sisiknya berubah menjadi kemerahan sehingga orang sering menyebutnya Ikan Mera. Ikan Mera ini biasanya mempunyai panjang ± 50 cm dengan berat mencapai 2 kg. Untuk daerah Sumatera Barat banyak kawasan perairan yang dikelola oleh Nagari yang dikenal dengan sebutan “Lubuk Larangan” (bagian dari sungai) sebagai zona konservasi, dimana masyarakat dilarang menangkap dan memancing pada zona ini. Sebagai penanda bagi pengunjung / penduduk biasanya dibuatkan papan penanda bahwa kawasan tersebut adalah terlarang di wilayah Kabupaten Pariaman terdapat sekitar 50 lubuk larangan. Pada setiap lubuk larangan didominasi oleh jenis ikan garing (Tor douronensis). Ikan ini berkembang biak dan tumbuh secara alami di kawasan tersebut. Banyak ce rita dan mitos dari mulut ke mulut akan ikan larangan ini. Orang yang nekat menangkap ikan tersebut dipercaya akan mendapat kutukan, biasanya akan mengalami sakit perut hebat, dan masyarakat setempat mempercayai hal tersebut. Ikan-ikan larangan biasanya dibuka bebas untuk umum sekali dalam setahun atau dalam periode waktu tertentu. Penduduk diperbolehkan untuk menangkap ikan, dan hasilnya kemudian dijual untuk kepentingan umum, seperti pembangunan tempat ibadah. Kearifan lokal menjaga kelestarian lingkungan dan juga kemandirian ekonomi adalah tanggungjawab masyarakat bersinergi dengan program pemerintah setempat, salah satu bentuk kearifan lokal adalah ikan larangan.

Gambar . Ikan Garing pada lubuk larangan Desa Aur Malintang, Padang Pariaman (Sumber: Haryono, Warta Iktiologi, 2017)Populasi ikan garing di alam sudah mulai jarang dan bahkan telah dianggap mendekati kepunahan akibat penangkapan dan penggundulan hutan, Upaya budidaya memerlukan ketersediaan benih yang berkelanjutan. Akhir-akhir ini ikan garing sudah mulai berhasil dibudidayakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan kesukaannya terhadap ikan ini. Bagi masyarakat di beberapa daerah dan kabupaten di Sumatera Barat dari hasil penangkapan dan budidaya ikan garing telah merasakan dampak yang cukup bagus dalam peningkatan ekonomi.

Gambar : Ikan Garing (Tor Tambroides)Jenis ikan ini diminati oleh pengusaha dari luar diantaranya negara tetangga Malaysia. Nilai ekonomi untuk luar negeri cukup tinggi karena ikan ini merupakan ikan konsumsi bernilai tinggi dengan tekstur daging yang tebal dan empuk serta lezat rasanya dan digemari oleh masyarakat internasional .Ikan Garing sudah mulai diekspor ke Malaysia dan Singapura. Harga ikan garing di Malaysia sudah mencapai 300 ringgit per kilogram setara dengan 750 ribu per kilogram, dewasa ini harga ikan garing di sekitar habitat utamanya sudah mencapai 50 ribu rupiah â€" 120 ribu rupiah per kilogram dan sudah diatas harga jenis ikan lain yang hanya 15 ribu rupiah per kilogram. Sedangkan berdasarkan data jumlah frekwensi pengiriman ikan garing baik dalam kondisi segar beku atau hidup serta benih yang dilalulintaskan melalui Bandar Udara Internasional Minangkabau menggunakan HC (Health Certificate) dari Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Padang baik pengiriman Domestik dengan bandara tujuan Jakarta dengan target pengujian HPIK Aeromonas salmonicida dan Batam dengan target HPIK Koi Herpes Virus (KHV), serta ekspor bandara tujuan Malaysia dan Singapura dengan target pengujian HPIK Gyrodactilus salaris dan Koi Herpes Virus (KHV), selama tahun 2018 ini dapat dilihat pada tabel berikut.


Gambar : Kegiatan pemeriksaan jenis dan jumlah komoditi perikanan yang akan dilalulintaskan Lalu lintas ikan garing tujuan eksport rata-rata mengalami peningkatan dari bulan Januari sampai dengan April tahun 2018 dengan nilai pengiriman tertinggi pada bulan April, baik untuk pengiriman hidup ataupun segar beku sebanyak 2.708 ekor, peningkatan ini disebabkan banyaknya permintaan dari Negara tetangga Malaysia untuk restocking disungai-sungai yang ada di Negara tersebut serta peningkatan kebutuhan k onsumsi, sedangkan untuk pengiriman Domestik Keluar melalui BKIPM Padang tidak setinggi eksport dengan nilai 157 ekor pada bulan Februari, hal ini disebabkan konsumsi ikan garing masih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat lokal.
Penulis : Salfira, S.Pi, M.Si (PHPI Ahli Muda SKIPM Padang)


Sumber: Google News | Berita 24 Sumbar

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »