www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Balai Besar Konservasi Melacak Harimau Sumatera di Indragiri Hulu

Posted by On 01.49

Balai Besar Konservasi Melacak Harimau Sumatera di Indragiri Hulu

Balai Besar Konservasi Melacak Harimau Sumatera di Indragiri Hulu Reporter:

Antara

Editor:

Tulus Wijanarko

Sabtu, 2 Juni 2018 13:38 WIB
Seekor Harimau Sumatera bernama Leony berendam di air setelah dilepas di enklosur di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PR-HSD) di Dharmasraya, Sumatera Barat, 29 Juli 2017. Kini Leony bebas bermain di area seluas 50x50 meter di PR-HSD. ANTARA FOTO

Seekor Harimau Sumatera bernama Leony berendam di air setelah dilepas di enklosur di Pusat Rehabilitasi Harimau S umatera Dharmasraya (PR-HSD) di Dharmasraya, Sumatera Barat, 29 Juli 2017. Kini Leony bebas bermain di area seluas 50x50 meter di PR-HSD. ANTARA FOTO

TEMPO.CO, Pekanbaru -Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, memasang dua unit kamera pengintai guna melacak harimau sumatera (panthera tigris sumatrae). Hal itu dilakukan setelah ada temuan jejak-jejak si kucing belang itu di Indragiri Hulu.

"Kami pasang kamera pengintai (trap) dua unit untuk memantau harimau tersebut," kata Kepala Bidang Wilayah I BBKSDA Riau, Mulyo Hutomo di Pekanbaru, Jumat, 1/6. Dua kamera pengintai tersebut dipasang di lokasi temuan jejak-jejak harimau--yang diduga harimau dewasa.

Lokasi itu berada di areal perkebunan sawit PT Seko Indah, Desa Lembah Dusun Gading, Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Indragiri Hulu. "Dari kamera pengintai juga nanti diketahui apakah kemunculan itu terus-terusan, at au hanya numpang lewat cari makan saja. Kalau terus-terusan berarti kita akan ambil langkah-langkah selanjutnya," kata Mulyo.

Masyarakat sudah melaporkan kemunculan harimau tersebut sejak awal pekan ini. Laporan itu kemudian dikonfirmasi melalui temuan jejak-jejak harimau tersebut yang diduga sedang mencari makan. Daya jelajah harimau diketahi sangat besar dan bisa mencapai puluhan hingga ratusan kilometer.

Hutomo belum dapat memastikan dari mana asal satwa tersebut. Namun, diketahui di lokasi tersebut terdapat beberapa kantong harimau, salah satunya adalah Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT). Belum lama ini, seekor harimau sumatera betina bernama Bonita sempat muncul di Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir.

Bonita adalah harimau betina berusia empat tahun. Hewan buas ii sempat menewaskan dua orang sebelum berhasil ditangkap belum lama ini. Pencarian Bonita menjadi proses pencarian dan evakuasi terlama di Indonesia.

ANTARA

Lihat Juga


Terkait
  • Alasan Aa Gatot Tak Kembalikan Kado Harimau Ustad Guntur Bumi

    Alasan Aa Gatot Tak Kembalikan Kado Harimau Ustad Guntur Bumi

    44 hari lalu
  • Seorang Warga Tembilahan Tewas Diterkam Harimau Sumatera

    Seorang Warga Tembilahan Tewas Diterkam Harimau Sum atera

    11 Maret 2018
  • Makin Terjepit, Ini Beberapa Lokasi Habitat Harimau Sumatera

    Makin Terjepit, Ini Beberapa Lokasi Habitat Harimau Sumatera

    6 Maret 2018
  • Kisah Harimau Sumatera yang Mati Dibunuh Warga Mandailing Natal

    Kisah Harimau Sumatera yang Mati Dibunuh Warga Mandailing Natal

    6 Maret 2018
  • Rekomendasi
  • 36 Obyek Wisata di Jalur Pantai Selatan Siap Disambangi Pemudik

    36 Obyek Wisata di Jalur Pantai Selatan Siap Disambangi Pemudik

    4 jam lalu
  • 4 Hal Dibalik Tingginya Minat Orang Indonesia Berwisata ke Jepang

    4 Hal Dibalik Tingginya Minat Orang Indonesia Berwisata ke Jepang

    9 jam lalu
  • Singapore Airlines dan 5 Penerbangan Terpanjang di Dunia Lainnya

    Singapore Airlines dan 5 Penerbangan Terpanjang di Dunia Lainnya

    1 hari lalu
  • Uniknya Yekaterinburg, Saksi Bisu Kisah Kaisar Terakhir di Rusia

    Uniknya Yekaterinburg, Saksi Bisu Kisah Kaisar Terakhir di Rusia

    1 hari lalu
  • Foto
  • Melihat Jejak Islam di Quanzhou

    Melihat Jejak Islam di Quanzhou

    6 jam lalu
  • Intip Upacara Ritual Pemakaman Masyarakat Hindu Tengger

    Intip Upacara Ritual Pemakaman Masyarakat Hindu Tengger

    1 hari lalu
  • Wisatawan Padati Pantai Maya Bay Jelang Ditutup Sementara

    Wis atawan Padati Pantai Maya Bay Jelang Ditutup Sementara

    1 hari lalu
  • Serunya Tamasya Jelajahi Bangkai Kapal di Perairan Peru

    Serunya Tamasya Jelajahi Bangkai Kapal di Perairan Peru

    3 hari lalu
  • Video
  • Selamatkan Penyu Cacat

    Selamatkan Pe nyu Cacat

    4 hari lalu
  • Xin-Xin, si Imut Panda Raksasa Betina di Meksiko

    Xin-Xin, si Imut Panda Raksasa Betina di Meksiko

    7 hari lalu
  • Kunjungi Tiga Tempat ini!

    Kunjungi Tiga Tempat ini!

    7 hari lalu
  • Museum Apung di Tebing Karst Menarik Perhatian Publik

    Museum Apung di Tebing Karst Menarik Perhatian Publik

    14 hari lalu
  • terpopuler
  • 1

    Ikan Paus Pembunuh Terlihat Empat Kali di Perairan Gorontalo

  • 2

    Bertambah, Jumlah Spesies Burung Khas Indonesia yang Ditemukan

  • 3

    4 Hal Dibalik Tingginya Minat Orang Indonesia Berwisata ke Jepang

  • 4

    36 Obyek Wisata di Jalur Pantai Selatan Siap Disambangi Pemudik

  • 5

    Konsulat Jenderal Australia Gelar Gerakan Kebersihan Pantai Bali

  • Fokus
  • Jadi Ganjalan Opini WTP, Begini Nasib Lahan RS Sumber Waras

    Jadi Ganjalan Opini WTP, Begini Nasib Lahan RS Sumber Waras

  • Kasus First Travel, Aset Disita hingga Hukuman 20 Tahun P   enjara

    Kasus First Travel, Aset Disita hingga Hukuman 20 Tahun Penjara

  • Kontroversi Kenaikan THR PNS, Pemerintah Harus Waspadai Hal Ini

    Kontroversi Kenaikan THR PNS, Pemerintah Harus Waspadai Hal Ini

  • Hukuman Bercanda Bawa Bom dan Pembuka Paksa Jendela Lion Air

    Hukuman Bercanda Bawa Bom dan Pembuka Paksa Jendela Lion Air

  • Terkini
  • Balai Besar Konservasi Melacak Harimau Sumatera di Indragiri Hulu

    Balai Besar Konservasi Melacak Harimau Sumatera di Indragiri Hulu

    2 jam lalu
  • Konsulat Jenderal Australia Gelar Gerakan Kebersihan Pantai Bali

    Konsulat Jenderal Australia Gelar Gerakan Kebersihan Pantai Bali

    3 jam lalu
  • 36 Obyek Wisata di Jalur Pantai Selatan Siap Disambangi Pemudik

    36 Obyek Wisata di Jalur Pantai Selatan Siap Disambangi Pemudik

    4 jam lalu
  • Ikan Paus Pembunuh Terlihat Empat Kali di Perairan Gorontalo

    Ikan Paus Pembunuh Terlihat Empat Kali di Perairan Gorontalo

    9 jam lalu
  • Bertambah, Jumlah Spesies Burung Khas Indonesia yang Ditemukan

    Bertambah, Jumlah Spesies Burung Khas Indonesia yang Ditemukan

    9 jam lalu
  • 4 Hal Dibalik Tingginya Minat Orang Indonesia Berwisata ke Jepang

    4 Hal Dibalik Tingginya Minat Orang Indonesia Berwisata ke Jepang

    9 jam lalu
  • Sail Saleh Moyo Tambora 2018 Dimeriahkan 17 Kegiatan

    Sail Saleh Moyo Tambora 2018 Dimeriahkan 17 Kegiatan

    1 hari lalu
  • Singapore Airlines dan 5 Penerbangan Terpanjang di Dunia Lainnya

    Singapore Airlines dan 5 Penerbangan Terpanjang di Dunia Lainnya

    1 hari lalu
  • Di Jalur Mudik, Tandai 4 Kuliner Legendaris di Sepanjang Pantura

    Di Jalur Mudik, Tandai 4 Kuliner Legendaris di Sepanjang Pantura

    1 hari lalu
  • Selengkapnya Grafis

    Franti nus Nirigi Bisa Dihukum 8 Tahun Penjara Akibat Candaan Bom

    Frantinus Nirigi yang mengaku membawa bom di dalam pesawat Lion Air, ia diancam 8 tahun penjara. Sebanyak 10 kasus serupa terjadi sepanjang Mei 2018.

    Sumber: Google News | Berita 24 Sumbar

    Next
    « Prev Post
    Previous
    Next Post »